PEKANBARU -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mengusulkan kepada empat Satker di lingkungan Provinsi Riau untuk membuat dan mengajukan program yang dianggap baik untuk masyarakat pasca ditinggal bencana kabut asap. Pengusulan ini dibicarakan dengan mengundang empat pimpinan Satker bersama Pansus Karhutla di gedung DPRD Riau, Rabu 11 Nopember 2015.

"Pertemuan kita lakukan bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD dan Bappeda Provinsi Riau. Kita meminta mereka mengajukan program untuk nantinya bisa dianggarkan," Ujar M Arpah, ketua Pansus Karhutla DPRD Provinisi Riau usai pertemuan tersebut.

Dijelaskannya, pasca ditinggal bencana kabut asap ini, perlu sekiranya kepada empat Satker tersebut membuat program unggulan untuk mengatasi beberapa permasalahan yang timbul akibat bencana kabut asap. Misalnya, seperti di Dinas Pendidikan, diketahui saat bencana kabut asap yang melanda Provinsi ini, banyak dari seluruh pelajar yang ketinggalan mata pelajaran alias diliburkan. Maka untuk itu, Dinas Pendidikan dihimbau untuk membuat terobosan berupa program untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

"Itu Disdik lah yang tau bagaimana caranya. Apakah membuat semacam les privat, penambahan jam pelajaran dan lainnya. Kita serahkan saja sama mereka . Yang jelas kita hanya membantu untuk bisa dianggarkan di APBD Murni," katanya.

Dijelaskan lagi, selain daripada itu, Dinas Kesehatan juga diminta proaktif untuk mendeteksi apa yang seharusnya dibuat dalam programnya. Sebab, katanya, dibidang kesehatan banyak sekali yang dapat diusulkan. Misalnya, disegi pengobatan dan bantuan makanan untuk korban bencana asap. Menurutnya, ini sangat penting guna mewujudkan langkah antisipasi dari penanggulangan setelah bencana kabut asap tersebut.

"Kita sudah minta kepada 4 Satker ini untuk mengusulkan program tersebut. selain dua Satker diatas, BPBD dan Bappeda  juga kita tunggu membuat perencanaan. lima persen dari ABPD Murni nantinya bisa kita ajukan untuk pengusulan progam ini," kata Politisi PPP ini.**(wan)