Terkait Program UED-SP Tidak Tepat Sasaran
Komisi III DPRD: BPMPD Seharusnya Bekerja Sama Dengan SKPD Lainnya
Minggu, 04 September 2016 - 00:00:00 WIB
BENGKALIS -- Terkait program Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (EUD-SP) yang sudah beberapa tahun belakangan digulirkan Pemkab Bengkalis dinilai komisi III DPRD Bengkalis tidak tepat sasaran dan salah peruntukan. Hal itu disebabkan tidak adanya pembekalan serta program manajerial yang diberikan oleh Pemkab Bengkalis.
Komisi III DPRD Bengkalis H.Azmi R Fatwa mempertanyakan output dari program UED-SP yang setiap tahun menyedot APBD Bengkalis diatas Rp 100 milyar. Nyaris tidak terdengar muncul pelaku usaha baru di sektor usaha kecil menengah dan mikro (UMKM), dari program UED-SP tersebut, karena lebih terkesan membagi-bagikan duit kepada masyarakat yang dekat dengan pejabat desa.
"Saya tegaskan, mayoritas penyaluran UED-SP tidak tepat sasaran sejak program itu digulirkan. Tidak ada kajian konprehensif dari stake holder terkait tingkat keberhasilan program UED-SP yang sudah berjalan hampir lima tahun, yang dibuktikan dengan tidak tumbuhnya pelaku UMKM, sehingga program UED-SP boleh dikatakan gagal," kata Azmi, Ahad 4 September 2016.
Penyebab tidak munculnya pelaku UMKM dikarenakan tidak adanya pengawasan melekat serta distribusi ilmu kepada pelaku usaha, dimana dalam penyaluran UED-SP terkesan lose control setelah dana diterima masyarakat.
Seharusnya, lanjut Azmi, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) bekerjasama dengan SKPD lain dalam memberikan pelatihan atau transfer ilmu kewirausahaan.
Politisi PKS ini juga menyentil kalau program UED-SP lebih kepada nilai politis, ketimbang dampak ekonomi yang seharusnya muncul dari keberhasilan program UED-SP. Masyarakat pelaku usaha yang diberi pinjaman modal, diyakini mempergunakan dana tersebut bukan untuk keperluan usaha, melainkan untuk kebutuhan bersifat konsumtif.
"BPMPD seharusnya menggandeng Dinas Koperasi UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan dalam melakukan transfer ilmu tentang kegiatan usaha yang dijalankan masyarakat penerima dana UED-SP sesuai sektor yang ditekuninya," papar Azmi mencontohkan.
Solusinya tambah pria yang sudah tiga periode menjabat wakil rakyat di Bengkalis ini adalah semua penerima UED-SP haruslah pelaku usaha sesungguhnya.
Mereka dibekali ilmu manajerial tentang kewirausahaan serta tatacara menghasilkan produk yang berkualitas serta adanya dukungan market yang menjanjikan, disamping pendanaan.
"Program UED-SP ini digulirkan orientasinya tidak jelas, tidak ada control dan pembekalan ilmu dunia usaha kepada penerima UED-Sp. Pengelola UED-SP hanya tahu bagaimana dana dengan bunga rendah itu dikembalikan, tidak ubahnya seperti rentenir yang di-legalkan," tutup Azmi.**(fer)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 13 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
BBM Turun
Kadisperindag Siak Heran Dengan Kenaikan Harga Bahan Pokok
SIAK -- Melihat perkembangan sejumlah harga kebutuhan yang terus naik pasca turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menjadi kebingunan tersendiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, mesti nya pedagang bisa menurunkan harga, bukan malah menaikkan.
-
Rabu, 13 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Camat Minas: Kegiatan dari Dana Provinsi Tahun 2015 Semuanya Tuntas
MINAS -- Dengan rentan waktu yang cukup singkat untuk menyelesaikan seluruh kegiatan melalui dana sebesar 500 juta rupiah yang diperoleh dari Provinsi pada penghujung Tahun 2015, Kecamatan Minas mampu menyelesaikannya dengan tuntas, karena dana tersebut diperuntukan untuk kegiatan fisik, seperti semenisasi. …
-
Rabu, 13 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Bupati Siak Harapkan April Kegiatan Proyek Sudah Jalan
SIAK -- Untuk mempercepat terlaksananya kegiatan pembangunan yang masuk didalam anggaran Tahun 2016 ini, proses lelang harus segera dilakukan, sebab Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menargetkan kegiatan harus sudah dimulai pada bulan April mendatang. "Sebab selama…
-
Rabu, 13 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Hasil Hearing, Komisi IV Rekomendasikan Tutup Drive Thru Mc Donalds
PEKANBARU -- Rabu 13 Januari 2016 komisi IV DPRD Pekanbaru melakukan hearing bersama pihak pengelola Mc Donalds serta beberapa Dinas Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Hasil hearing didapat kesimpulan Drive Thru yang ada di dalam rumah makan…
-
Rabu, 13 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
3.713 Warga Kecamatan Lima Puluh Nyatakan Diri Setuju Sebagai Pemanfaatan City Gas
PEKANBARU -- Antusias warga Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru untuk menikmati program percontohan lokasi pembangunan pipa aliran city gas ke rumah masyarakat, oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral cukup tinggi. Â Â Camat Limapuluh, Hadiyanto, mengatakan bahwa dari…
-
Rabu, 13 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Penikmat TMP Meningkat Sekitar 20 Ribu Penumpang
PEKANBARU -- Semakin hari, peningkatan jumlah penumpang Sarana Angkutan Umum Masal (SAUM) Trans Metro Pekanbaru (TMP) mencapai 20 ribu. Kenaikan itu, terjadi antara tahun 2014 sampai 2015 lalu. Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan, Heri Susanto, Rabu 13…
-
Selasa, 12 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
APBD Riau 2016 Hari ini di Perdakan
PEKANBARU -- Kementerian Dalam Negeri telah selesai melakukan evaluasi terhadap Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2016, hari ini akan di Perdakan. Hal itu dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Riau M Yafiz kepada wartawan,…
-
Selasa, 12 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Sekian Tahun Tanpa Kejelasan, Dewan Tetap Berharap Pasar Cik Puan Dibangun
PEKANBARU -- Ketua Fraksi Hanura DPRD Pekanbaru, H Darnil, mengatakan kondisi pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru hingga saat ini masih terbengkalai, bahkan tiang-tiang pondasi yang berdiri kokoh sudah usang dan berlumut. "Kita berharap pembangunan pasar…
-
Selasa, 12 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok Malah Naik
SIAK -- Seharusnya dengan telah diturunkanya harga BBM oleh pemerintah, seharusnya kebutuhan pokok termasuk barang-barang lain juga harus ikut turun. Pasalnya, selama ini setiap terjadikan kenaikan barang bermuara dari tingginya harga transportasi, tapi ini tidak harga BBM turun, akan tetapi sejumlah kebutuhan harganya malah menanjak naik. …
-
Selasa, 12 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Terkait Pekan Sikawan, Dinas Bina Marga Diminta Survei Infrastruktur
PEKANBARU -- Pembangunan program Pekanbaru, Siak Kampar, dan Pelalawan (Pekan Sikawan) tengah digesa. Namun infrastruktur jalan penghubung di sejumlah Kabupaten/Kota tersebut masih memprihatinkan. Untuk itu, Dinas Bina Marga Provinsi Riau diminta lebih agresif mensurvei lokasi infrastrukrur jalan…
-
Selasa, 12 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
UMK Pekanbaru 2016 Turun 19.060 Rupiah Setelah Direvisi
PEKANBARU -- Tak ingin berpolemik dengan Provinsi Riau. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pekanbaru kembali melakukan revisi besaran Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru tahun 2016. Kepala Disnaker Pekanbaru, Jhonny Sarikoen mengatakan bahwa sebelumnya Disnaker Kota Pekanbaru bersama Dewan…
-
Senin, 11 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Dewan Minta Pemkab Pelalawan Maksimalkan Realisasikan APBD 2016
PELALAWAN -- Ketua DPRD Pelalawan Nasaruddin SH MH, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk merealisasikan APBD yang sudah bisa dijalankan pada awal Januari dengan sebaik-baiknya. "APBD Pelalawan tidak ada masalah dan…
-
Senin, 11 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Sekda Siak Minta SKPD Tunda Pengadaan Barang
SIAK -- Dengan turunnya harga minyak dunia yang terus berlanjut hingga saat ini, akan berdampak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena sebagian besar sumber APBD berasal dari sektor Dana Bagi Hasil (DBH) minyak. "Oleh sebab…
-
Senin, 11 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Pemakaian Bank Riau Kepri Cabang Siak Segera Diresmikan
SIAK -- Pembangunan gedung bank Riau Kepri Cabang Siak yang cukup megah serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas sebagai upaya memberi kemudahan pelayanan kepada nasabah di Kabupaten Siak, dalam waktu dekat ini segera diresmikan pemakaiannya. "Ya memang gedung…
-
Senin, 11 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Akibat Pedagang Tetap Berjualan, Pembangunan TPS Molor Dari Jadwal
PEKANBARU -- PT Makmur Papan Perkasa (MPP) selaku pihak pengelolah plaza sukaramai mengatakan bahwa penyelesaian pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sudah mencapai 90 persen. TPS tersebut diperuntukkan bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu dipusat perbelanjaan Plaza Sukaramai. …
-
Minggu, 10 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Makanan Luar Menjamur
Disperindag Pekanbaru Minta Konsumen Cerdas Dalam Memilih
PEKANBARU -- Menjamurnya makanan dari luar negeri yang masuk ke Kota Pekanbaru, cukup dikhawatirkan masyarakat. Selain dihantui akan kehalalan produk tersebut, juga keamanan produk makanan untuk tidak dikonsumsi. Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengawasan Disperindag Kota Pekanbaru, Edi Fahmi mengatakan bahwa saat ini memang banyak ditemukan…
-
Minggu, 10 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Organda Sambut Baik Rencana Pemko Pekanbaru Kurangi Volume Oplet Dijalan Protokol
PEKANBARU -- Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk memindahkan jalur angkutan umum jenis oplet ke perumahan-perumahan masyarakat sangat didukung oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru. Pasalnya, masyarakat maupun pemilik kendaraan sama-sama diuntungkan. Ketua Organda Kota Pekanbaru, Syaiful Alam mengatakan, bahwa rencana Pemko Pekanbaru tersebut sangat…
-
Minggu, 10 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Pemko Jangan Terlalu Mudah Memberikan Izin Usaha Waralaba di Pekanbaru
PEKANBARU -- Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru H Darnil SH, meminta Pemko Pekanbaru tidak terlalu mudah memberikan izin usaha kepada waralaba. Terlebih ditahun 2016 ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan bergulir. "Untuk saat ini saja usaha waralaba di Kota Pekanbaru semakin menjamur, bagaimana nantinya,…
-
Sabtu, 09 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Warga Minta Tertibkan Rentenir Berkedok Koperasi
TEMBILAHAN -- Warga Tembilahan meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk menertibkan rentenir berkedok koperasi. Mereka dinilai mengambil keuntungan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat. "Keberadaan mereka bak parasit di tengah masyarakat Inhil.…
-
Kamis, 07 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Meski Ditolak Pemprov, Walikota Pekanbaru Tetap Ajukan UMK Sebesar 2.165.435 Rupiah
PEKANBARU -- Meskipun tahun 2016 sudah berjalan, namun penetapan besaran Upah Minimum Kota (UMK) Kota Pekanbaru hingga saat masih ini belum disetujui Pemrov Riau. Menanggapi hal tersebut, Walikota Pekanbaru H Firdaus MT, Kamis 7 Januari 2016 mengaku…





